Jumat, 24 April 2015

Metode PAK Anak yang Efektif dan Berhasil

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………      1
Daftar Isi………………………………………………………………………….      2
Bab I:                 Pendahuluan…………………………………………………….      3
-       Latar belakang
-       Tujuan
-       Pengertian PAK Anak

BAB II:             Metode PAK Anak yang Efektif dan Berhasil…………………      5
-       Definisi Metode Mengajar
-       Mengenal Pelajar PAK Anak
·         Anak Usia 0-1 tahun
·         Anak Usia 2-3 tahun
·         Anak Usia 4-5 tahun
·         Anak Usia 6-8 tahun
·         Anak Usia 9-11 tahun
-       Pengajaran PAK Anak dalam Keluarga
-       Metode-metode yang digunakan Pengajar
-       Garis besar penggunaan Metode
-       Tipe-tipe Metode Mengajar
-       Pelayanan PAK Anak dalam Sekolah Minggu

BAB III:                        Penutup…………………………………………………………       12
-       Kesimpulan
-       Daftar Pustaka







BAB I
PENDAHULUAN
A.           LATAR BELAKANG
Makalah Metode PAK Anak ini dibuat adalah sebagai tugas akhir semester ganjil. Selain itu, makalah ini dibuat sebagai laporan saya tentang metode pengajaran yang efektif dan baik untuk diberikan kepada bapak dosen beserta teman-teman yang membaca.
Adapun metode PAK Anak ini adalah untuk memajukan dan mengembangkan pengajaran serta pelayanan kita kepada Anak yang berlandaskan Firman Tuhan (Alkitab). Yang tadinya dari abad ke abad mengalami maju, mundur dan terkadang kemerosotan karena beberapa factor, maka metode PAK Anak ini sangat diperlukan untuk menstabilkan perkembangan Anak dalam dunia Pendidikan khususnya dalam Pendidikan Agama Kristen.
Anak-anak adalah anugerah. Mereka seperti kertas putih yang masih kosong dan bersih dan kitalah (orangtua, guru, orang dewasa) yang akan menulis di kertas tersebut. Apapun hasil tulisan tersebut, baik yang indah maupun buruk semua bergantung kepada kita yang memberi tulisan-tulisan tersebut. Jika kita menuliskan yang indah maka kertas itu akan menjadi indah, dan sebaliknya jika kita menuliskan yang jelek maka kertas tersebut menjadi jelek, jorok dan tidak enak dipandang mata. Begitulah kita (orangtua/guru) yang memberikan pengajaran kepada anak-anak itu. Karena di dalam Alkitab, Tuhan Yesus berfirman: “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.” (Markus 9:42)
Jadi, Metode PAK Anak ini juga dibuat agar anak-anak jauh dari penyesatan-penyesatan karena metode ini harus berlandaskan Firman Tuhan. Tuhan Yesus juga berfirman “Biarkan anak-anak itu datang kepadaKU, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” (Markus 10:14). Dan ini adalah tugas kita yaitu yang terdapat dalam Amanat Agung Tuhan Yesus “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKU dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:19-20)




B.            TUJUAN
Tujuan dari PAK Anak ini adalah agar anak-anak mengenal dan menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadinya serta untuk selanjutnya anak tersebut dapat menjadi dewasa dalam imannya.

C.           PENGERTIAN PAK ANAK
Istilah pendidikan Kristen berasal dari bahasa Inggris Christian Education. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “Pendidikan Agama Kristen”, karena istilah PAK mempunyai arti yang agak berbeda dengan istilah “Pendidikan Kristen”. Pendidikan Kristen dalam bahasa Indonesia menunjuk pada pengajaran biasa yang diberikan dalam suasana kristiani. Namun dapat juga berarti sekolah-sekolah yang dijalankan oleh gereja atau organisasi atau yayasan Kristen. Sedangkan PAK merupakan pendidikan yang berporos pada pribadi Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab (firman Allah) sebagai dasar atau sumber acuannya.
Jadi PAK Anak menurut saya adalah pendidikan kepada anak yang berlandaskan firman Allah dan menjadikan Kristus sebagai pusat beritanya dan memiliki tujuan adalah agar anak mengenal dan menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadinya.















BAB II
METODE PAK ANAK YANG EFEKTIF DAN BERHASIL

A.           Definisi Metode Mengajar
Metode adalah bagian yang penting dalam mengajar. Sebagai seorang guru, metode dapat mengekspresikan sikap dan keyakinannya. Dari pendekatan ilmu komunikasi, metode merupakan alat yang digunakan oleh pengajar untuk mengomunikasikan pengetahuan, ide, atau kebenaran. Dari pendekatan PAK, metode merupakan sarana yang dipakai untuk membawa murid mengenal Tuhan Yesus dan firmanNya.
Ada beberapa definisi tentang metode. Metode adalah alat sederhana yang digunakan guru untuk mengomunikasikan ilmu yang di dalamnya terdapat idealism dan kebenaran. Metode adalah alat atau cara mengajar yang di dalamnya terdapat pengalaman dan bahan pelajaran sehingga keduanya menjadi mata rantai yang saling berhubungan. Metode adalah “motor” untuk memberi pelajaran tentang Tuhan dan Firman Tuhan.[1]
Sebuah metode merupakan aktivitas sederhana untuk mengomunikasikan informasi dan artinya, menuntun pengetahuan yang dalam, atau mendorong untuk memberi respons.

B.            Mengenal Pelajar PAK Anak
PAK dimulai dari anak-anak. Lima kelompok usia anak-anak adalah 0-1, 2-3, 4-5, 6-8, 9-11. Sasaran utamanya adalah anak mengenal dan menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadinya. Dengan demikian PAK Anak menjadi begitu penting. Secara emosi, anak-anak belajar mengendalikannya ketika mereka berhubungan dengan orang lain. Secara social, anak-anak belajar berhubungan dengan orang lain dalam konteks social. Secara spiritual, anak-anak dapat menangkap dan memakai konsep-konsep dan prinsip-prinsip Alkitab dalam kehidupan mereka jika konsep dan prinsip tersebut diajarkan sesuai dengan tingkat intelektualnya dan diikatkan dengan pengalaman mereka setiap hari. Secara fisik, anak-anak bertumbuh dengan cepat bila menerima makanan bergizi dan kesehatannya dijaga dengan baik. Secara mental anak-anak berkembang secara bertahap dari lahir sampai usia 11 tahun.
Jean Piaget (1976) mengemukakan empat tahap perkembangan otak atau pemikiran anak-anak yaitu:
a.       Periode sensorik motorik (berhubungan dengan panca indera) dimulai dari lahir-dua tahun (pengalaman yang berhubungan dengan panca indera bertumbuh cepat)
b.      Periode Preoperational Thought dimulai usia 2-7 tahun (dapat mengklasifikasikan atau mengategorikan satu atribut saja pada suatu waktu tertentu). Ia dapat menilai lebih dari yang kelihatan daripada proses yang berasal dari operasi mentalnya.
c.       Periode Concrete Operations dimulai usia 7-11 tahun (dapat mendefinisikan, membandingkan sesuatu yang berlawanan melalui logika). Namun, hal tersebut sifatnya masih konkret.
d.      Periode Formal Operations dimulai usia 11 atau 12 tahun (dapat berpikir dan menangkap hal-hal yang abstrak). Simbol-simbol keagamaan mulai mempunyai arti.

1.      Anak Usia 0-1 tahun
         Secara spiritual, bayi perlu mendapat pengajaran rohani melalui apa yang dilihatnya. Mereka mempunyai iman yang sederhana melalui keyakinan dan keteladanan orangtuanya dan orang disekelilingnya ataupun guru sekolah minggunya. Misalnya bayi dapat melihat saat orangtuanya berdoa dengan melipat kedua telapak tangannya meskipun dia belum mengerti implikasi teologi dari doa tersebut.

2.      Anak Usia 2-3 tahun
         Secara social, mereka mempunyai hubungan yang baik dengan orangtuanya dan juga orang di rumahnya. Mereka sangat individualis dan dekat dengan orang yang menjaganya. Oleh karena itu, dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti mereka, fungsi orang tua sangat penting dalam mengajarkan prinsip-prinsip kebenaran firman Allah. Secara rohani, mereka mempunyai iman yang sederhana. Untuk mengembangkan kerohaniannya, mereka diajar dengan contoh, sikap, dan tindakan. Misal, mereka diajar berdoa dengan cara melipat kedua tangannya, memejamkan matanya dan menundukkan kepalanya. Namun, harus dimengerti bahwa pengajaran rohani harus dilakukan secara pribadi.

3.      Anak Usia 4-5 tahun
         Dalam pergaulan, emosi anak usia 4-5 tahun, emosinya seringkali diungkapkan secara negative seperti menggigit, mendorong atau memukul adik laki-laki, perempuan atau teman-teman bermainnya. Secara spiritual, mereka akan berkembang bila diajari kebenaran dan pengetahuan Alkitab. Disini orangtua sangat berperan dalam perkembangan rohani. Pengajaran rohani harus dilakukan secara konkret, literal dan dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Mereka perlu diajarkan tentang Tuhan Yesus yang mengasihinya, doa-doa yang sederhana dan nyanyian-nyanyian rohani untuk anak-anak. Namun, hanya diperhatikan juga bahwa pengajaran hendaknya disesuaikan dengan tingkat intelektualitas.

4.      Anak Usia 6-8 tahun
         Secara spiritual, dengan cara yang sederhana, mereka siap menerima pengajaran tentang keselamatan. Orang tua dan guru dapat berperan menjadi model melalui aktivitas mereka di gereja. Dalam bimbingan orang tua dan guru, mereka bertumbuh, bahkan bersaksi bagi Tuhan.

5.      Anak Usia 9-11 tahun
         Secara social anak-anak usia 9 sampai 11 tahun memiliki kesadaran akan teman-teman sebaya mereka dan ingin menjadi bagian dari mereka. Ada banyak bukti bahwa mereka mencari kebebasan dari orang dewasa. Mereka memasuki “tahap geng-geng” dengan teman-teman sebayanya yang sejenis. Mereka menjadi lebih mampu dan perlu mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas tindakan dan perilaku mereka. Secara spiritual, mereka siap diajari ajaran keselamatan dengan lebih lengkap. Dengan bimbingan yang benar, mereka mampu menyelidiki dan mencari sendiri kebenaran-kebenaran yang dinyatakan dalam Alkitab. Mereka dapat membedakan antara benar dan salah dan memiliki nurani yang lembut. Mereka dapat mengambil keputusan menerima Tuhan Yesus Kristus dan mempersembahkan diri mereka untuk melayani Tuhan Yesus.

C.           Pengajaran PAK Anak dalam Keluarga
Keluarga adalah tempat untuk bertumbuh, menyangkut tubuh, akal budi, hubungan social, kasih dan rohani. Manusia diciptakan menurut gambar Allah sehingga mempunyai potensi untuk bertumbuh. Keluarga merupakan tempat memberi energy, perhatian, komitmen, kasih dan lingkungan yang kondusif untuk bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus Yesus. Keluarga juga adalah pusat pengembangan semua aktivitas. Dalam keluarga setiap orang bebas mengembangkan setiap karunianya masing-masing. di dalam keluarga landasan kehidupan anak-anak dibangun dan dikembangkan.
Seorang ayah mempunyai peranan yang penting dalam keluarga. Ayah adalah kepala keluarga yang mengendalikan “bahtera” keluarga. Seringkali ada pandangan yang keliru tentang peranan ayah dalam keluarga dalam pendidikan anak. Pandangan ini mengemukakan bahwa ayah yang mencari uang, ibu yang mendidik anak di rumah. Pandangan ini merupakan pandangan yang salah. Tanggung jawab pendidikan anak tetap pada ayah tetapi ibu sebagai penolong dalam pendidikan anak. Anak laki-laki memerlukan model bagi kehidupannya, yaitu ayahnya. Anak perempuan memerlukan suatu pola untuk mengenal dan menilai seorang laki-laki dari ayahnya.
Ada dua hal penting yang seharusnya dilakukan dalam keluarga agar keluarga tersebut dapat tumbuh secara rohani menuju kepada kedewasaan penuh, yaitu: kebaktian keluarga dan saat teduh. Kebaktian keluarga dilaksanakan secara bersama oleh seluruh anggota keluarga dan seisi rumah. Dalam kebaktian keluarga dilibatkan semua anggota keluarga. Misalnya, ayah menyampaikan firman Tuhan, ibu memimpin acara, anak-anak sebagai pemimpin pujian. Kemudian, dilakukan secara bergantian. Kebaktian keluarga dapat diadakan pada malam hari sehingga semua anggota keluarga dapat mengikutinya. Bila memungkinkan dapat dilakukan setiap hari atau dua hari sekali dengan waktu 30 sampai 60 menit. Mendisiplinkan diri mengadakan saat teduh setiap hari akan membawa pertumbuhan rohani dan perilaku yang semakin diperbaharui.

D.           Metode-metode yang digunakan Pengajar
1.      Kebergantungan pengajar pada karya Roh Kudus. Roh kudus adalah pengajar yang sesungguhnya (Yoh 14:26), Roh Kudus bukan hanya membimbing untuk memahami kebenaran (Yoh 16:13) tetapi Ia juga disebut sebagai Roh Kebenaran (Yoh 16:13). Seorang pengajar dikatakan efektif dalam pengajarannya jika ia memiliki kebergantungan pada kuasa Roh Kudus dan kesucian hidup yang menjadi keteladanan dalam perbuatan.
2.      Mengetahui Kebenaran. Kalau seorang ingin mengetahui kebenaran, Ia harus mencarinya dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan (Kol 2:3). Dan Tuhan Yesus berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6). Seorang akan dibenarkan Allah kalau ia menerima Tuhan Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Orang yang sudah dibenarkan oleh Allah telah mengalami lahir baru atau menjadi ciptaan baru yang harus melakukan pekerjaan baik (Ef 2:10). Orang yang sudah lahir baru menjalani hidupnya dalam terang kebenaran firman Allah (Mzm 119:105)
3.      Menerapkan kebenaran dalam kehidupan. Marion Lawrence mengemukakan bahwa guru sekolah Minggu yang ideal harusla memenuhi syarat-syarat, yaitu pikirannya dicurahkan untuk mempersiapkan pengajaran, jiwanya dicurahkan untuk menyajikan pengajaran, hidupnya harus menjadi teladan. Pengajar harus meneladani Kristus supaya menjadi teladan bagi muridnya (1 Kor 11:1)
4.      Hubungan dalam Kasih. Kasih adalah salah satu buah Roh sehingga orang percaya harus bergantung pada Roh Kudus (Gal 5:22). Pengajar yang sudah dipenuhi kasih Kristus akan dapat mengasihi murid-muridnya supaya mereka juga mengalami jamahan kasih Kristus seperti yang telah dialaminya.
5.      Membangkitkan perhatian para murid untuk mendengar, melihat, mengatakan dan mengerjakan apa yang diajarkan.
6.      Komunikasi yang jelas, sederhana, mudah dimengerti dan utamakan untuk memperoleh umpan balik dari para murid.
7.      Pola peningkatan. Selalu hubungkan gagasan baru dengan gagasan lama atau sebelumnya. Berikan pelajaran secara bertahap dengan jelas dan dengan penuh kesabaran.
8.      Sukacita menemukan. Seorang pengajar harus mendorong muridnya untuk menemukan sendiri, jangan hanya sekedar mendengar. Disebut “sukacita menemukan” karena ada sukacita khusus saat menemukan jawaban yang memuaskan.
9.      Respons kemauan. Seorang guru harus memberikan kesempatan yang luas untuk merespons kemauan. Kebenaran harus menghasilkan suatu pelajaran yang patut dipertimbangkan. Semakin lengkap tanggapan semakin efektif pembelajaran. “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, ia berdosa” (Yak 4:17)
10.  Hidup sebagai pelaku Firman. Guru harus menolong para murid mengejawantahkan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari (Yak 1:22)

E.            Garis besar penggunaan Metode
1.      Guru harus menyiapkan bahan pelajaran sebelum menentukan metode mengajar.
2.      Guru akan memilih metode yang sesuai. Factor yang menentukan keputusan seorang guru, yang juga mempertimbangkan umur murid, adalah isi Alkitab dan waktu yang digunakan.
3.      Guru harus menggunakan metode yang bervariasi
4.      Guru harus menggunakan metode yang membuka komunikasi.
5.      Guru harus mengatur tempat sebgai fasilitas yang akan digunakan dalam sebuah metode.

F.            Tipe-tipe Metode Mengajar
Tipe belajar termasuk metode untuk membangun pengetahuan, pengertian, keterampilan, sikap, minat, atau nilai-nilai. Metode pengajaran dapat ditambahkan juga dengan bermain khususnya untuk mengajar anak-anak kecil (aktivitas di luar kelas).


1.      Kelompok Kerja
         Kelas dibagi dalam kelompok yang terdiri dari, misalnya 3-6 orang atau setidaknya dibagi seadil dan serata mungkin. Mereka akan berdiskusi dengan topic khusus dan waktu yang terbatas.
a.       Mempersiapkan topic khusus, yang sama atau berbeda, untuk setiap kelompok
b.      Mempersiapkan kertas kerja dan tempat yang cukup untuk membuat ringkasan
c.       Memilih seorang pemimpin untuk setiap kelompok atau menjelaskan bagaimana suatu kelompok memilih pemimpin
d.      Guru mengunjungi setiap kelompok untuk mendorong dan membantu; akhirnya
e.       Mereka masuk dalam kelompok besar atau berkumpul kembali.
Secara bersama-sama, setiap kelompok berdiskusi untuk mencari jalan keluar, sedangkan guru meringkas.
        Metode kelompok mendorong murid untuk berinteraksi dalam kelompok kecil, menuangkan ide-ide atau pengetahuan baru, menerapkan kebenaran firman Tuhan dan membuat murid tertarik dan berpartisipasi. Laporan yang telah dibuat setiap kelompok dapat dipakai untuk masa yang akan datang.

2.      Guru-Murid: Tanya-Jawab
         Metode ini memberi kesempatan murid-guru untuk tanya-jawab. Pertanyaaan membuat interaksi dalam kelas menjadi hidup. Dalam pertanyaan terdapat berbagai macam tipe. Pertanyaan yang factual digunakan untuk menginformasikan atau membuka diskusi.

3.      Murid-Guru: Tulisan Kreatif
         Penulisan kreatif merupakan proyek khusus supaya murid-murid dapat menulis dengan kata-kata sendiri, baik yang mereka pelajari dalam Alkitab maupun masalah yang mereka hadapi. Murid-murid akan lebih menguasai, ketika menuangkan gagasan, keyakinan, perasaan dan ide-ide mereka. Di samping itu penulisan kreatif membantu murid memahami Alkitab atau sesuatu yang tertulis. Jika murid-murid ingin menulis artikel, mereka harus menulis secara argumentatif. Jika mereka hendak menulis untuk diterbitkan, mereka harus mengemukakan pendapat mereka sendiri. Penulisan kreatif bisa berupa puisi, kata-kata baru untuk suatu himne yang sudah dikenal, naskah radio, permainan, cerita, brosur, stiker, dan slogan.



G.           Pelayanan PAK Anak dalam Sekolah Minggu
Hari  Minggu adalah hari untuk berdoa kepada Tuhan dan mendengarkan firmanNya. Sekolah Minggu berfungsi sebagai kegiatan dalam gereja untuk melatih, memahami, dan mempelajari firman Allah secara bersama-sama. Sekolah Minggu anak-anak memberi kesempatan kepada mereka untuk berdoa sesuai dengan tingkat pemahaman dan kemampuan mereka. Waktu yang digunakan dimaksudkan sebagai waktu tambahan PAK. Sekolah ini berfungsi untuk melatih dalam berdoa, kepemimpinan dan pelayanan. Kurikulum disesuaikan dengan tingkat usia dan partisipasi anak. Untuk hasil terbaik, gurunya harus dipilih demi kepentingan, pertumbuhan pemahaman Alkitabiah dan segi rohani mereka.
Metode pengajaran Tuhan Yesus kepada Murid-muridNYA
1.      Memenangkan perhatian
a.       Menggunakan Mata (bd. Mat 4:18 dan Yoh 1:38)
b.      Mengundang pembicaraan (Yoh 4:7-10)
c.       Menanyakan pertanyaan (Mat 16:13)
Sebagai simulasi perhatian (Mat 16:13), menjernihkan pikiran (Mrk 10:3), mengungkapkan emosi (Mat 12:34), menekankan kebenaran (Mat 16:26), menegur (Mat 21:25-27), meyakinkan (Mrk 2:25), menguji (Yoh 21:15-17)
d.      Mengundang persahabatan (Mrk 1:17)
e.       Memanggil namanya (Yoh 1:42)
f.       Menggunakan kata-kata untuk menarik perhatian (Mrk 4:3, Luk 18:17, 31; 22:10)
2.      Menggunakan ilustrasi dan cerita
Memunculkan perhatian (luk 8:4-9), menjelaskan suatu prinsip/ajaran (luk 10:30-35), masuk ke dalam pengajaran (luk 15), menerapkan kebenaran (luk 6:47-49).
3.      Menggunakan Ceramah atau Khotbah
4.      Menggunakan Benda atau objek. Misalnya burung, bunga, rumput (Mat 6:25-31)
5.      Menggunakan Model. Misalnya pada kasus Nikodemus (Yoh 3), untuk murid-muridNYA cara berdoa (luk 9:18, 28; 11:1)








BAB III
PENUTUP

Menurut saya metode pengajaran PAK Anak dalam Sekolah Minggu yang efektif dan berhasil adalah sama dengan metode pengajar yang telah dijelaskan di atas sebelumnya, baik mengajar PAK Anak di sekolah sekuler maupun di dalam Sekolah Minggu adalah sama. Karena baik di sekolah sekuler maupun di sekolah Minggu, buku atau materi pembelajaran telah ditentukan/diberikan. Seperti di Gereja saya, buku dan materi pengajaran telah ditentukan dan diberikan dari pusat beserta aktivitas-aktivitasnya. Dan kami tinggal mempelajari metode-metode dalam pengajaran agar mereka ingin terus belajar dan tidak merasa bosan. Dengan pertemuan sekali seminggu kami mengadakan sermon untuk Guru Sekolah Minggu.
Pelayanan Sekolah Minggu juga dilakukan pada perayaan-perayaan khusus seperti, merayakan Paskah, Hari Natal, Parheheon Sekolah Minggu, Lomba CTA, Mewarnai, Koor antar Resort. Kami juga mengadakan retreat dalam ibadah padang 1 kali setahun atau 1 kali dalam 2 tahun, agar membuat mereka mengerti bahwa ciptaan Tuhan yang sungguh indah yang dapat kita rasakan dan harus kita lestarikan untuk anak cucu kita.

KESIMPULAN

            Metode PAK Anak akan Efektif dan berhasil jika dipengaruhi pengajaran yang baik dari dalam Keluarga terlebih dahulu yang telah ditanamkan oleh Ayah dan Ibu. Dengan bantuan Roh Kudus dan berlandaskan Firman Tuhan (Alkitab) semua metode akan berhasil. Dan itu juga dipengaruhi oleh pengajarnya sendiri. Baik dalam pendidikan PAK Anak sekuler di sekolah maupun Guru Sekolah Minggunya.
            Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang akan dibenarkan Allah kalau ia menerima Tuhan Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Orang yang sudah dibenarkan oleh Allah telah mengalami lahir baru atau menjadi ciptaan baru yang harus melakukan pekerjaan baik (Ef 2:10). Orang yang sudah lahir baru menjalani hidupnya dalam terang kebenaran firman Allah (Mzm 119:105). Jadi orang yang sudah lahir baru, pasti dapat menerapkan Metode PAK Anak yang Efektif dan Berhasil.

DAFTAR PUSTAKA

Kristianto, Paulus Lilik. Prinsip & Praktik Pendidikan Agama Kristen. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2008


[1] Kristianto, Paulus Lilik. Prinsip & Praktik Pendidikan Agama Kristen. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar